Minggu, 28 April 2019

MASYARAKAT HARUS CERDAS DALAM MENYIKAPI PENETAPAN AKHIR SUARA PEMILU PADA 22 MEI 2019

Ilustrasi jabatan tangan calon pemimpin Negara Republik Indonesia
Aceh Utara - Pemilu tahun 2019 sudah menjadi ajang polemik bagi Timses yang berusaha keras untuk memenangkan para calon kandidatnya agar dapat terpilih untuk menduduki kursi Presiden di Istana Negara. Dalam moment ini, banyak  politikus yang memiliki kepentingan mulai melakukan kampanye hitam, fitnah dan isu-isu yang dapat mempengaruhi masyarakat agar dapat menjatuhkan serta merugikan pihak lain.

Apalagi dikaitkan dengan pemilihan Presiden, masyarakat sangat antusias membanggakan salah satu pilihannya, ironisnya lagi, semakin fanatik untuk mempertahankan pilihannya, bahkan sampai ada yang bertikai dengan teman dan keluarganya sendiri, padahal yang mencalonkan tidak se kisruh dari apa yang dibayangkan oleh para pendukungnya.

Banyaknya pemanfaatan media online seperti Youtube, facebook, twitter maupun instragram yang leluasa menyiarkan berita-berita yang dapat menimbulkan perpecahan, menambah membingungkan masyarakat sehingga  untuk berfikir  mana yang benar dan  mana yang salah dalam melihat tampilan berita yang di Update. Ujar Faisal, salah satu mantan anggota GAM Aceh Utara.

Menurutnya, dalam hal ini masyarakat sebenarnya harus sadar dan bisa berfikir positif dengan isu-isu yang masih belum jelas kebenarannya, karena isu-isu yang tidak jelas kebenarannya dapat berdampak terpecah belahnya bangsa Indonesia yang bisa menyebabkan seluruh elemen masyarakat rugi, karena berdampak  terganggunya  keamanan, kedamaian dan berdampak pula pada  bidang pembangunan, pekerjaan dan perekonomian masyarakat.

Dikaitkan lagi dengan akan diumumkannya hasil pemilu oleh KPU pada tanggal 22 Mei 2019, masyarakat jangan sampai mudah terprovokasi dengan isu-isu yang memancing pergerakan massa, masyarakat harus cerdas dan berfikir positif, kita percayakan saja kepada KPU, karena negara kita merupakan negara hukum, jika ada kecurangan biarkanlah aparat terkait yang memprosesnya, karena masyarakat juga sudah diberi kesempatan dan kepercayaan untuk mengawal proses penghitungan suara dari tanggal 17 April 2019 hingga saat ini.

Siapaun nanti yang terpilih menjadi Presiden periode 2019-2024 , itulah pemimpin yang dipilih oleh masyarakat,dengan harapan menjadi pemimpin yang jujur dan adil, serta akan membawa nasib Bangsa Indonesia kedepan lebih maju,makmur dan sejahtera dalam wadah NKRI, kita sama-sama berharap tidak ada terjadi perpecahan yang bisa menimbulkan polemik baru di negeri ini, semoga pada saat pengumuman hasil pemilu oleh KPU Pusat dapat berjalan dengan baik, jujur, adil dan tanpa ada kendala apapun. Kata penutup yang disampaikan terhadap awak media Aceh mandum.

Editor : AY
Sumber : Aceh Mandum










Kamis, 14 Maret 2019

BENDERA BULAN BINTANG BUKAN KEBUTUHAN MASYARAKAT ACEH

Aceh Utara - Sampai saat ini Polemik masalah Bendera Aceh masih belum memiliki titik temu, masalah tersebut terjadi karena  masyarakat Aceh tidak menginginkan Bendera daerah Provinsi Aceh menyerupai Bendera Gerakan Aceh Merdeka, ujar salah satu Tokoh masyarakat Panton Labu Aceh Utara yang tidak mau disebut namanya oleh awak media.

Ilustrasi Bendera Alam Peudeng di pegang masyarakat Aceh
















Meskipun Bendera Bulan Bintang sudah di tuangkan  dalam Qanun Nomor 3 tahun 2013 tentang Bendera dan lambang Aceh, namun sampai sekarang pemerintah Pusat belum menyetujuinya,  karena benderanya  masih menyerupai bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Menurutnya masyarakat Aceh mengakui bahwa Aceh adalah bagian dari NKRI sesuai dengan  perjanjian Memorandum Of Understanding (MoU) Helsinki antara Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka. Jika ingin masalah bendera cepat selesai, sebaiknya kita kembalikan lagi pada dasar sejarah kesultanan Raja Iskandar Muda, alangkah lebih baik jika kita menggunakan bendera lama yaitu Alam Peudeng.

"Dengan demikian seluruh elemen masyarakat Aceh pasti akan menerimanya, karena Alam Peudeng adalah bendera sejarah yang sesungguhnya sebelum adanya Bendera Bulan Bintang. Bendera Alam Peudeng  juga dapat mempersatukan masyarakat Aceh serta memiliki nilai histori/sejarah yang mendalam yang dapat di akui dan diterima oleh seluruh masyarakat Aceh". Katanya tegas yang disampaikan terhadap awak media.



Editor : AY
Sumber : Aceh Mandum

Selasa, 19 Februari 2019

Bendera Parnas Berkibar Di Penjuru Wilayah Kabupaten Aceh Utara

Aceh Utara - Ada yang unik dalam menyambut Pemilu Tahun 2019 di Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Selasa, 19/2/2019. Dari pemantauan awak media, banyak bendera Parnas yang berkibar dan mengimbangi ketinggian bendera Parlok di beberapa tempat keramaian yang ada di wilayah Kabupaten Aceh Utara yaitu salah satunya di sempanjang jalan Kecamatan Lhoksukun dan berada di sepanjang jalan Banda Aceh- Medan Geudong.Kecamatan Samudera,

gambar ilustrasi bendera parnas dan parlok 















Dengan situasi dan kondisi yang sudah aman dan nyaman ini, sudah saatnya Parnas dapat maju tampil kedepan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Aceh dengan merebut kursi di DPRK dan DPRA, sehingga kedepan Aceh akan semakin berkembang dan maju dengan menyuarakan Calon anggota Legislatif dari Parnas. Ujar salah satu politisi Aceh utara yang tidak mau di sebut namanya terhadap awak media Aceh Mandum.


Editor : AY
Sumber : Aceh Mandum

MILAD GAM KE- 43 JADIKAN MOMEN MENJAGA DAN MERAWAT PERDAMAIAN ACEH

Aceh Utara – Mantan Eks Kombatan Wilayah Pase yang akrab di panggil Sulaiman alias Abi Pasee angkat bicara mengenai permasalahan Milad ...